Jasad ABK Arupadhatu 1 Surakman Teridentifikasi, Rumah Duka Didatangi Pelayat
Jasad ABK Arupadhatu 1 Surakman Teridentifikasi, Rumah Duka Didatangi Pelayat
Jasad Surakman, anak buah kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, telah teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA.
Uraian Peristiwa
Rumah duka Surakman di Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, mulai didatangi kerabat dan warga setelah identitas korban dipastikan. Tenda juga telah terpasang di halaman rumah duka.
Surakman merupakan salah satu kru kapal Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan erupsi pada 7 September 2026.
Kapal tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah itu, kapal dan seluruh orang yang berada di dalamnya dilaporkan hilang kontak.
Dalam perjalanan pencarian, warga menemukan jasad pria tanpa identitas di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 12 September 2026. Jenazah kemudian dievakuasi untuk menjalani proses pemeriksaan dan identifikasi.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) melakukan pemeriksaan dengan mencocokkan data antemortem keluarga korban dengan data postmortem jenazah. Pemeriksaan DNA kemudian menunjukkan bahwa jasad tersebut merupakan Surakman.
Kapolda Banten Irjen Hengki menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kecocokan genetik antara jenazah dengan data biologis keluarga Surakman.
Surakman diketahui merupakan ayah biologis Yayat Suryadi. Identifikasi tersebut kemudian disampaikan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak kepolisian, jenazah Surakman direncanakan diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 24 September 2026, sebelum diserahkan kepada keluarga.
Fakta Utama
- Korban teridentifikasi: Jasad yang ditemukan di Pulau Enggano telah diidentifikasi sebagai Surakman, ABK kapal Arupadhatu 1.
- Ditemukan di Bengkulu: Jasad tanpa identitas tersebut ditemukan warga di Pulau Enggano pada 12 September 2026.
- Identifikasi melalui DNA: Tim DVI mencocokkan data keluarga dengan data jenazah dan memperoleh kecocokan genetik.
- Kapal membawa lima jurnalis: Arupadhatu 1 membawa lima jurnalis dan tiga kru ketika berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
- Hilang kontak: Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada 7 September 2026.
- Jenazah akan dipulangkan: Surakman direncanakan diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta pada 24 September 2026.
- Rumah duka mulai didatangi: Kerabat dan warga berdatangan ke rumah duka Surakman di Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang.
Identifikasi jenazah dalam peristiwa ini dilakukan melalui prosedur identifikasi korban oleh tim DVI dengan menggunakan data antemortem dan postmortem, termasuk pemeriksaan DNA.
Informasi mengenai penemuan dan identifikasi Surakman merupakan bagian dari proses pencarian terhadap orang-orang yang berada di kapal Arupadhatu 1 setelah kapal tersebut hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Berdasarkan keterangan kepolisian yang diberitakan, satu jenazah telah berhasil diidentifikasi. Informasi mengenai keberadaan atau kondisi orang lain yang berada di kapal tersebut perlu merujuk pada perkembangan resmi proses pencarian dan penyelidikan.
Baca Juga
Penutup
Identifikasi Surakman memberikan kepastian bagi keluarga setelah proses pencarian dan pemeriksaan terhadap jasad yang ditemukan di Pulau Enggano. Jenazah selanjutnya dijadwalkan dipulangkan ke Banten untuk diserahkan kepada keluarga.
Proses pencarian dan penanganan terhadap orang-orang yang masih terkait dengan insiden kapal Arupadhatu 1 tetap menjadi bagian dari perkembangan resmi yang disampaikan oleh pihak berwenang.