Jaksa Dalami Siapa yang Atur Plotting Kuota Haji Tambahan, Nama Gus Alex Muncul
Jaksa Dalami Siapa yang Atur Plotting Kuota Haji Tambahan, Nama Gus Alex Muncul
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pihak yang menentukan plotting atau pembagian kuota haji tambahan dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026). Dalam persidangan, saksi Abdul Muhyi menyebut data tersebut diberikan oleh M Agus Syafii, sementara mekanisme penentuan angka plotting tidak dijelaskan secara rinci.
Uraian Peristiwa
Abdul Muhyi dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan. Ia merupakan Analis Kebijakan Ahli Muda pada Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama periode 2022-2024.
Dalam pemeriksaan, jaksa menanyakan istilah plotting dan real yang digunakan dalam pembagian kuota haji tambahan. Abdul menjelaskan bahwa data mengenai plotting tersebut berasal dari M Agus Syafii, yang saat itu menjabat sebagai Kasubdit Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus.
Menurut keterangan Abdul, angka yang tercantum dalam data tersebut merupakan perkiraan dari Agus Syafii. Namun, Abdul tidak menjelaskan bagaimana Agus menentukan atau menyusun pembagian kuota tersebut.
Jaksa kemudian menunjukkan sebuah tabel yang memuat sejumlah nama dan angka kuota. Tabel tersebut memperlihatkan angka plotting dan realisasi. Salah satu nama yang disebut dalam pemeriksaan adalah Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex, yang merupakan salah satu terdakwa dalam perkara tersebut.
Jaksa menanyakan contoh data Gus Alex yang menunjukkan angka plotting 1.260 dan kemudian meningkat menjadi realisasi 1.389. Abdul membenarkan angka tersebut. Ketika ditanya mengenai asal usul usulan, Abdul menyebut usulan tersebut datang dari pihak yang mengatasnamakan Gus Alex.
Persidangan tersebut merupakan bagian dari proses pemeriksaan perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024. Perkara ini masih berjalan di pengadilan sehingga seluruh keterangan saksi dan dakwaan tetap harus dinilai dalam keseluruhan proses pembuktian.
Fakta Utama
- Abdul Muhyi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
- Jaksa mendalami pihak yang menentukan plotting kuota haji tambahan.
- Abdul menyebut data plotting diberikan oleh M Agus Syafii.
- Abdul tidak menjelaskan bagaimana Agus Syafii menentukan atau menyusun angka plotting.
- Tabel yang diperlihatkan jaksa memuat sejumlah nama, angka plotting, dan realisasi kuota.
- Nama Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex tercantum dalam tabel tersebut.
- Untuk Gus Alex, angka yang disebut dalam persidangan berubah dari plotting 1.260 menjadi realisasi 1.389.
- Abdul menyebut usulan yang berkaitan dengan Gus Alex berasal dari pihak yang mengatasnamakan dirinya.
Catatan AKSHYA
Istilah plotting dalam perkara ini merujuk pada data pembagian atau penentuan kuota yang kemudian dibandingkan dengan angka realisasi. Keterangan saksi menunjukkan bahwa jaksa sedang menelusuri bagaimana angka tersebut disusun serta pihak yang berperan dalam proses tersebut.
Keterangan Abdul Muhyi mengenai M Agus Syafii merupakan bagian dari kesaksian di persidangan. Kesaksian tersebut perlu ditempatkan dalam konteks pembuktian perkara secara keseluruhan dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya tindak pidana atau kesalahan pidana seseorang.
Dalam perkara pidana yang masih diperiksa di pengadilan, keterangan saksi, dokumen, dan alat bukti lainnya akan dinilai oleh majelis hakim. Karena itu, informasi mengenai pihak-pihak yang disebut dalam persidangan perlu dipahami berdasarkan status hukum dan proses pembuktian yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp622.090.207.166,41 dalam perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024. Jaksa menyebut perkara tersebut melibatkan Yaqut bersama sejumlah terdakwa lainnya. Dakwaan dan seluruh keterangan dalam persidangan tetap merupakan bagian dari proses hukum yang harus dibuktikan di hadapan majelis hakim.
Baca juga
Penutup
Persidangan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 masih berlangsung. Keterangan Abdul Muhyi mengenai asal-usul data plotting menjadi salah satu bagian yang didalami jaksa untuk mengungkap proses penentuan dan realisasi kuota dalam perkara tersebut.